script type="text/javascript"> //interstitial ad clicksor_enable_inter = true; clicksor_maxad = -1; clicksor_hourcap = -1; clicksor_showcap = 2; //connect widget clicksor_adhere_opt = 'left:50%'; //default pop-under house ad url clicksor_enable_pop = true; clicksor_frequencyCap = -1; durl = 'http://masumblogspotcom.blogspot.com';//default banner house ad url clicksor_default_url = 'http://masumblogspotcom.blogspot.com'; clicksor_banner_border = '#da0034'; clicksor_banner_ad_bg = '#c9ff0c'; clicksor_banner_link_color = '#1d0048'; clicksor_banner_text_color = '#302a00'; clicksor_banner_image_banner = true; clicksor_banner_text_banner = true; clicksor_layer_border_color = ''; clicksor_layer_ad_bg = ''; clicksor_layer_ad_link_color = ''; clicksor_layer_ad_text_color = ''; clicksor_text_link_bg = ''; clicksor_text_link_color = '#ff6a24'; clicksor_enable_text_link = true;

Kamis, 13 Januari 2011

motorcycle

                                                            yamaha chopper chrome
                                                         yamaha tesseract
                                                     ducati rossi
                                             ducati monsters
                                                     yamaha xv750 se 1981
Yamaha Gen-Ryuyamaha gen ryu.

                                                 yamaha stratoliner deluxed

YAMAHA VINO 125
YAMAHA VINO 125

YAMAHA C3 2009
YAMAHA C3 2009

Selasa, 27 Januari 2009

Jangan takut ujan slama tau cara ngatasinnya

Senin, 26 Januari 2009

Ganti sepatu kopling skutik

kopling skubekSkubek ogah lari? Salah satu penyebabnya bisa jadi karena kampas kopling yang sudah aus! Ketika menggantinya, nggak perlu beli satu set kopling sentrifugal utuh. Sebab ada juga kampas yang dijual terpisah. Berarti lebih murah dan bisa dipasang sendiri!

“Cara pasangnya juga gampang. Setelah kopling terbuka dari mangkuknya, cukup modal obeng min doang,” bilang Muhammad Dedi, mekanik Motora Otto Style di Jl. Arteri Panjang, No. 18, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Biar makin mudah, gimana kalau dipandu lewat foto? Proses Bongkar-pasang, dilakukan di kopling ganda milik Yamaha Mio. Tentu sebelumnya harus buka tutup CVT dan lepas mangkuk sentrifugal. Ini dia!


1. Pastikan dulu kampas kopling habis. Membaca gejala aus itu, lihat permukaan kampas. Jika ketebalan menurun dari batas permukaan sebelumnya, berarti habis!

2. Sekarang buka ring spi pengunci di setiap sepatu kampas, pakai obeng pipih alias min untuk mencungkilnya.





 












 
 

3. Setelah ketiga ring pengunci lepas, lanjut lepaskan juga ring penganjal di bawah ring pengunci.

4. Setelah semua ring copot, sepatu kopling yang lama tinggal tarik ke atas. Lalu, ganti pakai sepatu baru. Cara pasangnya, ya kebalikan dari cara ngebuka. Jangan lupa pastikan kondisi karet pengganjal kopling. Masih bagus atau tidak?

Kamis, 22 Januari 2009

(Penting!) Membersihkan Ruang Pembakaran

Ruang pembakaran adalah bagian terpenting dalam sebuah mesin berbahan bakar minyak. Bagaimana tidak, ruang pembakaran ini adalah sebagai proses utama yang mengakibatkan adanya tenaga mekanis yang menggerakan motor kita.
Ruang pembakaran (Combustion chamber) akan sangat kotor sekali bila perawatan kurang telaten. Kotoran dan kerak di ruang pembakaran ini bisa dihasilkan dari Oli, Bahan Bakar, atau kotoran yang masuk melalui knalpot (karat, kerikil, dll). “Tidak ada pembakaran yang sempurna, ia pasti menghasilkan deposit kotoran di ruang bakar” Kata Andre dari Dutamatic Bandung. Pada motor matic yang rata-rata menggunakan RPM dan kompresi yang lebih tinggi dari motor bebek, hal ini perlu untuk lebih diperhatikan, selain selalu merawat motor ke bengkel resmi tentunya.
Combustion Process

Akibatnya deposit atau kotoran di ruang bakar yaitu bisa mengurangi efisiensi dari pembakaran, atau yang lebih parah bisa membuat mesin “loss kompresi” karena kotoran menempel di bagian klep dan membuat kompresi hilang, gejalanya bila kick starter kita bejek sama sekali tidak ada beban. Yup, kotoran sekecil apapun yang menempel di klep membuat kompresi yang dibutuhkan untuk pembakaran menjadi hilang. Nah kalau sudah begini, tentu motor sulit atau bahkan tidak dapat dihidupkan. Kalau sudah parah, tentu mesin harus dibersihkan secara manual (turun mesin / overhoule) tentu biaya yang akan dikeluarkan tidak sedikit bukan?
Nah saya ada sedikit tips untuk membersihkan ruang pembakaran ini. Sebaiknya Membersihkan ruang pembakaran ini dilakukan secara rutin, misalnya setiap 10.000 kilometer. Apa yang kita butuhkan adalah sebuah “Combustion Chamber Cleaner”.
Combustion Chamber Cleaner
Bentuknya dalam botol kaleng, mirip dengan Carburator Cleaner, hanya saja ia memiliki formula yang dikhususkan (jauh lebih keras dari Carburator Cleaner) untuk meng-oksidasi kotoran dan membuangnya melalui knalpot.
Penggunaannya kurang lebih sama dengan Carburator Cleaner;
Pertama, buka dahulu selang dari filter udara ke karburator, pada intake/sambungan karburator selang filter udara ini lah kita akan menyemprotkan Combustion Chamber Cleaner.
Kedua, nyalakan motor, kemudian tarik gas sampai RPM/Putaran tinggi Semprotkan Combustion Chamber Cleaner kepada mulut karburator, usahakan motor jangan sampai mati. Ulangi sekali lagi, kali ini sampai motor mati. Kemudian biarkan selama 15 menit supaya Combustion Chamber Cleaner bekerja.
Ketiga, setelah 15 Menit, nyalakan mesin, dan tahan pada rpm sedang. Pada fase ini, knalpot akan mengeluarkan asap berwarna putih dan bau yang sangat menyengat. hati-hati jangan dihirup. Biarkan putaran mesin pada rpm sedang ini selama beberapa menit sampai bau dan asap putih yang keluar dari knalpot menghilang dengan sendirinya.
Langkah seperti ini dapat di ulang selama seminggu sekali, sampai botol “Combustion Chamber Cleaner” habis (3-4 kali pemakaian). Nah, dengan langkah ini deposit kotoran akan dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan. Saran saya, gunakan Bahan bakar yang sesuai dengan motor anda, usahakan menggunakan bahan bakan non-timbal, Ganti oli dan bersihkan filter udara secara rutin.

yuk ganti roller sendiri :)


rollerOTOMOTIFNET- Terkadang ada satu hal yang tak perlu dilakukan sama yang ahli. Misalnya, ganti roller di skubek kesayangan. Tentu kudu tahu cara bongkar dan pasang yang baik dan betul! Maksudnya biar hasil yang didapat sempurna dan sesuai sama apa yang diinginkan.

“Caranya simpel. Setelah buka rumah CVT dengan kunci T 10 mm dan T 8 mm, untuk buka puli penggerak cukup modal baut dan kunci 17 mm. Lalu pergi ke toko untuk beli roller pengganti,” kata Adriyanto mekanik dari JP Racing Bintaro di Jl. Cendrawasih, No. 6E, Kp. Sawah, Ciputat, Tangerang.


Biar nggak kagok waktu ngerjain, langsung pandu sama gambar atawa foto seperti di bawah. Diperagakan langsung di Yamaha Mio. Tentu biar lebih paham dan paham lebih, juga tahu mana bagian yang harus dilepas atau dipasang kembali. Termasuk, ketika meletakan baut pengganjal rumah roller. Yuk!

1. Buka baut pengunci rumah puli pakai kunci 17 mm. Jangan lupa untuk mengganjal rumah puli agar tidak ikut berputar pakai baut 12 mm panjang 6,5 cm yang diletakan menghadap crank-case bagian atas.


2. Lalu tarik keluar ring penganjal bushing rumah roller. Jangan lupa pasang lagi ketika proses ganti roller sudah selesai. Ingat, posisi pasangnya sesudah kipas puli bagian luar.



3. Setelah puli terbuka semua, cek kondisi roller. Jika aus atau lebih dikenal dengan istilah peyang, baiknya diganti baru.

4. Ketika meletakan roller pengganti, perhatikan juga posisinya. Buat roller rata (pakai satu ukuran berat), silakan taruh di got roller mana saja. Tetapi, kalau kombinasi, baiknya letakan roller yang lebih ringan di bagian depan sebelum roller berat. Oh ya, posisi roller yang ringan ada di sebelah kiri dan roller berat di sebelah kanan.



5. Pasang lagi rumah roller ke posisi semula. Hanya, proses pengerjaan kebalikan dari proses membuka.


6. Jangan lupa perhatikan kondisi ring pengganjal kipas puli bagian luar. Pastikan setiap gigi ring mengunci rapat gigi as rumah roller. Kalau enggak pas, takutnya bisa menyebabkan kedua gigi termakan atau slek.


7. Kencangkan baut pengunci rumah roller. Jangan lupa! Untuk menghentikan putaran, gunakan lagi baut pengganjal rumah roller. Kali ini, baut diposisikan menghadap crank-case bagian bawah.

 
yamaha grizly 450 cc new motor yamaha 2011


Motor Jepang, Riwayatmu dulu

Peta motor dunia berubah drastis dengan hadirnya pemain baru, Jepang. Honda Cub adalah revolusi sepeda motor bukan hanya di RI tetapi diseluruh dunia. Sejak 1960 motor2 Jepang dipelopori Honda telah mendominasi pasar motor dunia. Pasca Gestapu motor Eropa yang mahal, rewel, dan boros tergusur oleh motor2 Jepang yang lebih murah, lebih bandel, lebih irit dan ukuran Asia.

Saya memiliki Yamaha Twin YL1

Adik saya memiliki Honda S-90

Adik saya yang lain memiliki Yamaha L2G

Kemudian ganti Honda CB 100.

Adik2 saya yang lain memiliki Suzuki TS 100

Ada yang punya A 100
Itulah motor2 kelas 100 cc yang mendominasi Indonesia. Kurang jelas kapan mulainya tetapi sejak itu trend berubah dari motor2 laki2 ke motor bebek. Hingga sekarang. Barangkali harganya lebih murah.

honda cubSebuah design motor scooter yang modern, itulah pertama menulis melihat foto motor matic ini. Motor ini di rancang oleh Sam Jilbert, bahan bakarnya menggunakan hydrogen fuel cell. Dari segi design bentuknya sangat simpel tetapi mempunyai karakter jiwa yang modern dan mempunyai kesan anak muda yang trendy. seperti kata sang  designer : “I’ve based this concept around the Honda Cub, which has been around for decades and is still very popular on the continent with locals and tourists alike. The Cub is very practical but this concept takes it to a new level, with a provocative image and being environmentally responsible, the new Cub should appeal to young city professionals and the young trendy market in general.

Soichiro Honda: “Lihat Kegagalan Saya”

Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya.
Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor.
Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki “raja jalanan”.
Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri “kerajaan” Honda – Soichiro Honda – diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.
“Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever.
Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya.
Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang.
Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri.
Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.
Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luar biasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.
Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar.
Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.
Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah – pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.
“Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya,” ujar Honda, yang gandrung balap mobil.
Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.
Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.
Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya.
Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.
Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin. Disini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, “sepeda motor” – cikal bakal lahirnya mobil Honda – itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobilnya, menjadi “raja” jalanan dunia, termasuk Indonesia.
Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. “Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya”, tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru.
Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin.
5 Resep keberhasilan Honda :
1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.
2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.
3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin.
4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.
5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama

Honda Readies Sinister EVO6 Concept for Tokyo

Honda1_2
Amid the automotive weirdness that typifies the Tokyo Motor Show, there are to be found a few truly stirring examples of mechanical art. Honda’s EVO6 concept is just such a machine. The bike uses a version of the 1832-cc horizontally opposed six-cylinder powerplant from Honda’s big Gold Wing touring bike. But expect the EVO6 version of the engine to belt out a good deal more than the Gold Wing’s 118 horsepower and 128 pound-feet of torque — and expect the EVO6 itself to tip the scales at considerably less than half the Gold Wing’s dry weight. The 40th Tokyo Motor Show starts Oct 26 at the Makuhari Messe convention center, and runs through Nov 11.

2006 Honda Ruckus

2006 Honda Ruckus
2006 Honda Ruckus
2006 Honda Ruckus
2006 Honda Ruckus

Honda Oree Electric Motorcycle Concept

Be it bike tests, feature stories or racing reports Madson has been scribbling at Motorcycle USA for almost a half decade. He rides whatever’s in the MCUSA garage - just don’t ask him to wheelie.

Honda Oree Electric Motorcycle Concept
A design project by German college students Nike Albertus and Andre Look, the Honda Oree is a electric motorcycle concept model debuting at the 2008 INTERMOT Bike Show.
Wandering the 1057 booths at the 2008 INTERMOT Bike Show in Cologne, Germany, one of Motorcycle USA’s favorite exhibits was the Innovation Café. Featuring alternative two-wheeled designs, electric motorcycles and scooters were prominent. Yet there was one electric design that stood out in our minds, the Honda Oree.

A naked street bike concept, the diminutive scale model size of the Oree doesn’t diminish its big ideas. The creation of two German design college students, Nike Albertus and Andre Look, the intention of the Oree “was to create a concept bike for dynamic road riding.”

Creating the model only days before the INTERMOT show, Albertus and Look sourced their interest in motorcycles and honed their talent at the Academy of Art and Design in Offenbach am Main.

Honda Oree Electric Motorcycle Concept
The Oree concept is powered by an electric motor with battery packs mounted on the circular exterior.
“One of our first fundamentals was to create a concept bike which is made by riders for riders,” explains Look, “with the ambition of innovation and also the idea of making the technique and the concept work.”

The minimalist design is fashioned around an electric motor, with radial battery packs placed around the circular edge of the powerplant – including the recharge plug. Citing the performance benefits of an electric motor, including high torque at low revs and quick acceleration, Look notes his design also does without a CVT gearbox or clutch. Instead power is transmitted directly via belt drive.

The ambitious student design anticipates a motor producing 90-plus horsepower, 125 lb-ft of torque and top speed near 120 mph. Weight would be in the range of 290-375 lbs with a range of between 80-190 miles, depending on the number of batteries used. Of course, this is all speculative, as no such batteries or motor now exists (remember it’s a design college project!).

“The main point of our design was to let the rider feel the action happening in and around the motorcycle,” says Look on the unique lines of the Oree.

Honda Oree Electric Motorcycle Concept
Albertus and Look wanted the rider to see the suspension working, so the rear shock is visible though the frame in front of the seat.
Claiming inspiration from popular European naked bikes like the Kawasaki ER-6, the bare styling of the Oree sports a less-is-more gestalt (that’s German for design). Odd-shaped hand controls include hanging mirrors. A circular control display is located in a more conventional position, above the fork – the front houses the headlight assembly. Taillights are tucked under the scant seat.

Chassis design features a single pivot point around the motor for the single-sided swingarm and final drive. Looking down in their stance, a rider will see the shock in action, as it’s placed between the frame’s backbone spars.

“The major aspect of the suspension is to expose functions and attitude – in standstill for every viewer and also while riding,” explains Look. “At first the direct effects of the road can be recognized through the fork and swingarm movement - further the motion of the suspension shocks between the frame halves can be realized.”

Not an official Honda development, Look assures the two students “requested Honda R&D to backup our knowledge of motorcycles with their professional experience.”

Readers may remember the big Honda news at the 2008 INTERMOT Bike Show in Cologne was the unveiling of its V-Four concept bike. More akin to a sculpture than a functional ride, the wild-looking V-Four concept got top billing. Sure, the Oree is a scale model, but it looks like a more finished product and in pure creativity, the college kids may have bested Big Red at INTERMOT.

Honda Oree Electric Motorcycle Concept
It will most likely never move beyond miniature model stage, but the Oree is still a design with big ideas.
The Oree was met with enthusiasm in the Innovation Café. “The response at the Intermot Cologne was stunning,” confirms Look, “even a lot of Ducati riders were zealous about the look of the bike and the idea behind it.”

As for the Oree’s non-scale-model future?

Although Honda CEO Takeo Fukui did announce the manufacturer plans to introduce an electric design in about two year’s time, don’t expect to see the Oree at your Honda dealership anytime soon. For now it remains an independent creative experiment, with Look saying, “how the project will continue is currently still open.”
2001 Aprilia Blue Marlin

2001 Aprilia Blue Marlin
2001 Aprilia Blue Marlin
.

aprilia magnet s
2004 Aprilia Magnet.
"I wanted to create a vehicle, which offers a new kind of emotional experience while riding," said Naulapaa. The Magnet, despite its 550cc engine, performs like a 1000cc motorcycle thanks to its aerodynamic profile and its namesake electric motors in each wheel (which incorporate magnets).

aprilia magnet
2004 Aprilia Magnet.

2009 Aprilia RSV 1000 V4


One of the most eagerly awaited machines this year, the 1000cc, V4-powered Aprilia RSV 4 was recently unveiled at the International Piaggio Group Convention in Milan, Italy. The RSV 4 is powered by Aprilia’s all-new 65-degree V4, which is actually the Italian company’s first four-cylinder engine.

Your Ad Here
And the first official images and press information have been released. Stunning to look at, the RSV4 will make at least 180 horsepower in roadbike trim (and somewhere around 220 in the version Max Biaggi will race in WSBK 2009) - but more astounding than that figure is the amazing amount of chassis tuning the RSV4 will allow. With adjustable steering head angle, swingarm pivots and even engine mounting points, the new Aprilia can lay a genuine claim to being the most race-focused production motorcycle on the planet.


The Aprilia RSV 4 is likely to be a formidable machine. The 1000cc V4, which features advanced electronics and a ride-by-wire system, is supposed to produce 200bhp. And Aprilia, who’ve already been quite successful in 125cc and 250cc GP racing, want the same kind of success in WSBK. With some development work over the next two years, the RSV 4 ‘Race Machine’ is likely to be up to the task.


The Aprilia engine in fact uses integral ride-by-wire technology, opening up new frontiers in managing such a powerful engine, with almost infinite possibilities for controlling power output and traction.

2008 Aprilia SXV gains switchable engine mapping, clutchless shifting

Aprilia XSV-VDB.jpgFor 2008, Aprilia is adding dual-mode engine mapping to both its SXV 4.5 and 5.5, while the Van Den Bosch replica adds an electronic ignition cutter that enables clutchless gearshifts. The dual-mode engine mapping works on the fly from a switch on the handlebars, allowing riders to choose between custom maps for high- and low-traction conditions. We can see this being a huge benefit on courses that feature both on- and off-road sections. The clutchless shifts enabled by the ignition cut should make shifting while leaning over in a corner much smoother, as most of the dive associated with the loss of acceleration will be eliminated. 





      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar