yamaha tesseract
ducati rossi
ducati monsters
yamaha xv750 se 1981
YAMAHA VINO 125
YAMAHA C3 2009
Selasa, 27 Januari 2009
Senin, 26 Januari 2009
Ganti sepatu kopling skutik
“Cara pasangnya juga gampang. Setelah kopling terbuka dari mangkuknya, cukup modal obeng min doang,” bilang Muhammad Dedi, mekanik Motora Otto Style di Jl. Arteri Panjang, No. 18, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Biar makin mudah, gimana kalau dipandu lewat foto? Proses Bongkar-pasang, dilakukan di kopling ganda milik Yamaha Mio. Tentu sebelumnya harus buka tutup CVT dan lepas mangkuk sentrifugal. Ini dia!
1. Pastikan dulu kampas kopling habis. Membaca gejala aus itu, lihat permukaan kampas. Jika ketebalan menurun dari batas permukaan sebelumnya, berarti habis! |
2. Sekarang buka ring spi pengunci di setiap sepatu kampas, pakai obeng pipih alias min untuk mencungkilnya. |
3. Setelah ketiga ring pengunci lepas, lanjut lepaskan juga ring penganjal di bawah ring pengunci. |
4. Setelah semua ring copot, sepatu kopling yang lama tinggal tarik ke atas. Lalu, ganti pakai sepatu baru. Cara pasangnya, ya kebalikan dari cara ngebuka. Jangan lupa pastikan kondisi karet pengganjal kopling. Masih bagus atau tidak?
Kamis, 22 Januari 2009
(Penting!) Membersihkan Ruang Pembakaran
Ruang pembakaran adalah bagian terpenting dalam sebuah mesin berbahan bakar minyak. Bagaimana tidak, ruang pembakaran ini adalah sebagai proses utama yang mengakibatkan adanya tenaga mekanis yang menggerakan motor kita.
Akibatnya deposit atau kotoran di ruang bakar yaitu bisa mengurangi efisiensi dari pembakaran, atau yang lebih parah bisa membuat mesin “loss kompresi” karena kotoran menempel di bagian klep dan membuat kompresi hilang, gejalanya bila kick starter kita bejek sama sekali tidak ada beban. Yup, kotoran sekecil apapun yang menempel di klep membuat kompresi yang dibutuhkan untuk pembakaran menjadi hilang. Nah kalau sudah begini, tentu motor sulit atau bahkan tidak dapat dihidupkan. Kalau sudah parah, tentu mesin harus dibersihkan secara manual (turun mesin / overhoule) tentu biaya yang akan dikeluarkan tidak sedikit bukan?
Nah saya ada sedikit tips untuk membersihkan ruang pembakaran ini. Sebaiknya Membersihkan ruang pembakaran ini dilakukan secara rutin, misalnya setiap 10.000 kilometer. Apa yang kita butuhkan adalah sebuah “Combustion Chamber Cleaner”.
Penggunaannya kurang lebih sama dengan Carburator Cleaner;
Pertama, buka dahulu selang dari filter udara ke karburator, pada intake/sambungan karburator selang filter udara ini lah kita akan menyemprotkan Combustion Chamber Cleaner.
Kedua, nyalakan motor, kemudian tarik gas sampai RPM/Putaran tinggi Semprotkan Combustion Chamber Cleaner kepada mulut karburator, usahakan motor jangan sampai mati. Ulangi sekali lagi, kali ini sampai motor mati. Kemudian biarkan selama 15 menit supaya Combustion Chamber Cleaner bekerja.
Ketiga, setelah 15 Menit, nyalakan mesin, dan tahan pada rpm sedang. Pada fase ini, knalpot akan mengeluarkan asap berwarna putih dan bau yang sangat menyengat. hati-hati jangan dihirup. Biarkan putaran mesin pada rpm sedang ini selama beberapa menit sampai bau dan asap putih yang keluar dari knalpot menghilang dengan sendirinya.
Langkah seperti ini dapat di ulang selama seminggu sekali, sampai botol “Combustion Chamber Cleaner” habis (3-4 kali pemakaian). Nah, dengan langkah ini deposit kotoran akan dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan. Saran saya, gunakan Bahan bakar yang sesuai dengan motor anda, usahakan menggunakan bahan bakan non-timbal, Ganti oli dan bersihkan filter udara secara rutin.
yuk ganti roller sendiri :)
“Caranya simpel. Setelah buka rumah CVT dengan kunci T 10 mm dan T 8 mm, untuk buka puli penggerak cukup modal baut dan kunci 17 mm. Lalu pergi ke toko untuk beli roller pengganti,” kata Adriyanto mekanik dari JP Racing Bintaro di Jl. Cendrawasih, No. 6E, Kp. Sawah, Ciputat, Tangerang.
Biar nggak kagok waktu ngerjain, langsung pandu sama gambar atawa foto seperti di bawah. Diperagakan langsung di Yamaha Mio. Tentu biar lebih paham dan paham lebih, juga tahu mana bagian yang harus dilepas atau dipasang kembali. Termasuk, ketika meletakan baut pengganjal rumah roller. Yuk!
1. Buka baut pengunci rumah puli pakai kunci 17 mm. Jangan lupa untuk mengganjal rumah puli agar tidak ikut berputar pakai baut 12 mm panjang 6,5 cm yang diletakan menghadap crank-case bagian atas. |
2. Lalu tarik keluar ring penganjal bushing rumah roller. Jangan lupa pasang lagi ketika proses ganti roller sudah selesai. Ingat, posisi pasangnya sesudah kipas puli bagian luar. |
3. Setelah puli terbuka semua, cek kondisi roller. Jika aus atau lebih dikenal dengan istilah peyang, baiknya diganti baru. |
4. Ketika meletakan roller pengganti, perhatikan juga posisinya. Buat roller rata (pakai satu ukuran berat), silakan taruh di got roller mana saja. Tetapi, kalau kombinasi, baiknya letakan roller yang lebih ringan di bagian depan sebelum roller berat. Oh ya, posisi roller yang ringan ada di sebelah kiri dan roller berat di sebelah kanan. |
5. Pasang lagi rumah roller ke posisi semula. Hanya, proses pengerjaan kebalikan dari proses membuka. |
6. Jangan lupa perhatikan kondisi ring pengganjal kipas puli bagian luar. Pastikan setiap gigi ring mengunci rapat gigi as rumah roller. Kalau enggak pas, takutnya bisa menyebabkan kedua gigi termakan atau slek. |
7. Kencangkan baut pengunci rumah roller. Jangan lupa! Untuk menghentikan putaran, gunakan lagi baut pengganjal rumah roller. Kali ini, baut diposisikan menghadap crank-case bagian bawah. |
yamaha grizly 450 cc new motor yamaha 2011 Motor Jepang, Riwayatmu dulu Peta motor dunia berubah drastis dengan hadirnya pemain baru, Jepang. Honda Cub adalah revolusi sepeda motor bukan hanya di RI tetapi diseluruh dunia. Sejak 1960 motor2 Jepang dipelopori Honda telah mendominasi pasar motor dunia. Pasca Gestapu motor Eropa yang mahal, rewel, dan boros tergusur oleh motor2 Jepang yang lebih murah, lebih bandel, lebih irit dan ukuran Asia. Saya memiliki Yamaha Twin YL1 Adik saya memiliki Honda S-90 Adik saya yang lain memiliki Yamaha L2G Kemudian ganti Honda CB 100. Adik2 saya yang lain memiliki Suzuki TS 100 Ada yang punya A 100 Soichiro Honda: “Lihat Kegagalan Saya”Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki “raja jalanan”. Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri “kerajaan” Honda – Soichiro Honda – diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. “Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever. Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya. Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang. Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri. Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya. Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luar biasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama. Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel. Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah – pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.“Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya,” ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan. Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal. Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin. Disini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, “sepeda motor” – cikal bakal lahirnya mobil Honda – itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobilnya, menjadi “raja” jalanan dunia, termasuk Indonesia. Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. “Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya”, tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru.Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin. 5 Resep keberhasilan Honda : 1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda. 2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi. 3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin. 4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis. 5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama Honda Readies Sinister EVO6 Concept for TokyoAmid the automotive weirdness that typifies the Tokyo Motor Show, there are to be found a few truly stirring examples of mechanical art. Honda’s EVO6 concept is just such a machine. The bike uses a version of the 1832-cc horizontally opposed six-cylinder powerplant from Honda’s big Gold Wing touring bike. But expect the EVO6 version of the engine to belt out a good deal more than the Gold Wing’s 118 horsepower and 128 pound-feet of torque — and expect the EVO6 itself to tip the scales at considerably less than half the Gold Wing’s dry weight. The 40th Tokyo Motor Show starts Oct 26 at the Makuhari Messe convention center, and runs through Nov 11. Honda Oree Electric Motorcycle ConceptA design project by German college students Nike Albertus and Andre Look, the Honda Oree is a electric motorcycle concept model debuting at the 2008 INTERMOT Bike Show. A naked street bike concept, the diminutive scale model size of the Oree doesn’t diminish its big ideas. The creation of two German design college students, Nike Albertus and Andre Look, the intention of the Oree “was to create a concept bike for dynamic road riding.” Creating the model only days before the INTERMOT show, Albertus and Look sourced their interest in motorcycles and honed their talent at the Academy of Art and Design in Offenbach am Main. The Oree concept is powered by an electric motor with battery packs mounted on the circular exterior. The minimalist design is fashioned around an electric motor, with radial battery packs placed around the circular edge of the powerplant – including the recharge plug. Citing the performance benefits of an electric motor, including high torque at low revs and quick acceleration, Look notes his design also does without a CVT gearbox or clutch. Instead power is transmitted directly via belt drive. The ambitious student design anticipates a motor producing 90-plus horsepower, 125 lb-ft of torque and top speed near 120 mph. Weight would be in the range of 290-375 lbs with a range of between 80-190 miles, depending on the number of batteries used. Of course, this is all speculative, as no such batteries or motor now exists (remember it’s a design college project!). “The main point of our design was to let the rider feel the action happening in and around the motorcycle,” says Look on the unique lines of the Oree. Albertus and Look wanted the rider to see the suspension working, so the rear shock is visible though the frame in front of the seat. Chassis design features a single pivot point around the motor for the single-sided swingarm and final drive. Looking down in their stance, a rider will see the shock in action, as it’s placed between the frame’s backbone spars. “The major aspect of the suspension is to expose functions and attitude – in standstill for every viewer and also while riding,” explains Look. “At first the direct effects of the road can be recognized through the fork and swingarm movement - further the motion of the suspension shocks between the frame halves can be realized.” Not an official Honda development, Look assures the two students “requested Honda R&D to backup our knowledge of motorcycles with their professional experience.” Readers may remember the big Honda news at the 2008 INTERMOT Bike Show in Cologne was the unveiling of its V-Four concept bike. More akin to a sculpture than a functional ride, the wild-looking V-Four concept got top billing. Sure, the Oree is a scale model, but it looks like a more finished product and in pure creativity, the college kids may have bested Big Red at INTERMOT. It will most likely never move beyond miniature model stage, but the Oree is still a design with big ideas. As for the Oree’s non-scale-model future? Although Honda CEO Takeo Fukui did announce the manufacturer plans to introduce an electric design in about two year’s time, don’t expect to see the Oree at your Honda dealership anytime soon. For now it remains an independent creative experiment, with Look saying, “how the project will continue is currently still open.” . 2004 Aprilia Magnet. "I wanted to create a vehicle, which offers a new kind of emotional experience while riding," said Naulapaa. The Magnet, despite its 550cc engine, performs like a 1000cc motorcycle thanks to its aerodynamic profile and its namesake electric motors in each wheel (which incorporate magnets).2004 Aprilia Magnet. 2009 Aprilia RSV 1000 V4![]() One of the most eagerly awaited machines this year, the 1000cc, V4-powered Aprilia RSV 4 was recently unveiled at the International Piaggio Group Convention in Milan, Italy. The RSV 4 is powered by Aprilia’s all-new 65-degree V4, which is actually the Italian company’s first four-cylinder engine. And the first official images and press information have been released. Stunning to look at, the RSV4 will make at least 180 horsepower in roadbike trim (and somewhere around 220 in the version Max Biaggi will race in WSBK 2009) - but more astounding than that figure is the amazing amount of chassis tuning the RSV4 will allow. With adjustable steering head angle, swingarm pivots and even engine mounting points, the new Aprilia can lay a genuine claim to being the most race-focused production motorcycle on the planet.![]() The Aprilia RSV 4 is likely to be a formidable machine. The 1000cc V4, which features advanced electronics and a ride-by-wire system, is supposed to produce 200bhp. And Aprilia, who’ve already been quite successful in 125cc and 250cc GP racing, want the same kind of success in WSBK. With some development work over the next two years, the RSV 4 ‘Race Machine’ is likely to be up to the task. ![]() The Aprilia engine in fact uses integral ride-by-wire technology, opening up new frontiers in managing such a powerful engine, with almost infinite possibilities for controlling power output and traction. 2008 Aprilia SXV gains switchable engine mapping, clutchless shifting |









Tidak ada komentar:
Posting Komentar